Bukti Audit Berikut Yang Memberikan Tingkat Persuasive Paling Rendah

Bukti yang relevan lebih kompeten daripada bukti yang tidak relevan.

Bukti audit berikut yang memberikan tingkat persuasive paling rendah.
Bukti semacam ini memberikan tingkat keyakinan atas keandalan yang lebih besar daripada bukti yang diperoleh dari internal entitas.
Ketiga jenis bukti audit yang spesifik jarang sekali mampu memberikan bukti audit yang kompeten hanya dengan jenis bukti itu saja untuk memuaskan beberapa tujuan audit.
Namun demikian penetapan waktu juga dipengaruhi oleh kapan auditor merasa yakin bukti audit akan paling efektif dan kapan staf audit tersedia.

Kedua jenis bukti audit ini secara efektif berhasil mengilustrasikan bahwa bukti bukti audit yang memiliki tingkat kepercayaan yang sama boleh jadi benar benar jauh berbeda.
Kedua jenis bukti audit ini secara efektif berhasil mengilustrasikan bahwa bukti bukti audit yang memiliki tingkat kepercayaan yang sama boleh jadi benar benar jauh berbeda.
Sumber informasi sangat berpengaruh terhadap kompetensi bukti audit.

Bukti pengendalian internal adalah bukti yang paling kuat ketika melaksanakan audit.
Faktor faktor yang menentukan tingkat persuasive bahan bukti audit adalah.
Tiga jenis bukti audit yang paling rendah biayanya adalah observasi wawancara kepada klien dan hitung uji.

Prosedur audit adalah rincian instruksi yang menjelaskan bukti audit yang harus diperoleh selama audit berlangsung.
Bukti yang diperoleh auditor secara langsung dari pihak luar entitas yang independen merupakan bukti yang paling tepat dipercaya.
Sebagai contoh prosedur audit untuk memverifikasi pembelian barang dagang adalah memeriksa jurnal pembelian dan membandingkannya dengan jumlah yang tertera dalam formulir permintaan pembelian laporan penerimaan barang serta faktur tagihan.

Dalam memutuskan prosedur audit mana yang akan digunakan auditor dapat memilihnya dari delapan kategori bukti yang luas yang disebut sebagai jenias jenis bukti.
Karena kuat atau lemahnya pengendalian internalah seorang auditor bisa mendapatkan banyak bukti yang bisa dikumpulkan olehnya.
Bukti semacam ini memberikan tingkat keyakinan atas.

Bukti yang diperoleh auditor secara langsung dari pihak luar entitas yang independen merupakan bukti yang paling tepat dipercaya.
Observasi umunya dilakukan bersamaan dengan sejumlah prosedur audit lainnya.
Ketiga jenis bukti audit yang spesifik jarang sekali mampu memberikan bukti audit yang kompeten hanya dengan jenis bukti itu saja untuk memuaskan beberapa tujuan audit.

Wawancara dengan klien dilakukan secara ekstensif dalam setiap proses audit dan umumnya hanya mengeluarkan biaya audit yang rendah.