Contoh Bukti Audit Fisik

Bukti fisik mencakup bukti bukti audit yang dikategorikan oleh arens 2012 sebagai pemeriksaan fisik physical examination observasi observation dan reperformance.

Contoh bukti audit fisik.
Pengujian fisik physical examination merupakan bukti yang diperoleh lewat pemeriksaan secara fisik atau lewat perhitungan oleh auditor terhadap harta perusahaanmisalnya uang tunai surat berharga barang persediaan.
Bukti audit merupakan hal yang sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi auditor.
Adapun beberapa jenis jenis yang termasuk kedalam bukti audit dan dinyatakan sangat penting diantaranya.

Pengertian dari bukti fisik ini sendiri adalah salah satu bukti yang nantinya akan didapatkan oleh auditor secara langsung dan sudah melalaui permeriksaan fisik di dalam proses audit itu sendiri.
Konfirmasi merupakan bukti yang didapatkan lewat penegasan dari pihak ketiga sebagai jawaban atas permintaan informasi.
Bukti ini dalam laporan keuangan umumnya berbentuk nominal dalam legal audit berbentuk dokumen hukum.

Bukti ini merupakan salah satu bukti yang paling akurat di dalam audit.
Walaupun konfirmasi tidak diwajibkan untuk setiap akun.
Bukti audit audit evidence merupakan segala jenis informasi relevan yang nanti akan digunakan oleh akuntan publikkonsultan hukumauditor sebagai dasar dalam mengeluarkan opini auditnya.

Karena itu konfirmasi tidak digunakan dalam setiap contoh meskipun bukti ini dapat digunakan.
Setiap prosedur audit mendapat satu atau lebih jenis jenis bukti berikut.
Jenis bukti audit yang dapat diperoleh auditor berdasarkan jenis pengujian audit jenis bukti audit menurut arens yaitu bukti penerimaan fisik.

Bukti fisik bukti fisik merupakan bukti yang diperoleh auditor secara langsung melalui pemeriksaan fisik di dalam proses audit.
Contohnya pemeriksaan fisik persediaan secara langsung oleh auditor.
Contohnya saja seperti pemeriksaan fisik atas persediaan secara langsung dari pihak auditor eksternal atau internal.

Berikut tujuh jenis bukti audit.
Bukti fisik merupakan bukti yang akan diperoleh oleh auditor secara langsung dengan melalui pemeriksaan fisik di dalam proses.